Masalah yang terjadi antara RIM (Research In Motion) dan Negara India mengenai pelarangan penggunaan BlackBerry di negara tersebut terus berlanjut, berbeda dengan di Indonesia yang kini masalahnya mulai mereda.Di India, masalahnya terus berlanjut hingga RIM harus mengikuti aturan pemerintah setempat agar layanan BlackBerry bisa terus berjalan.
Ciri kesuksesan RIM selalu memberikan layanan terbaik dan layanan pesan yang tak tertandingi dalam industri nirkabel, sayangnya, RIM juga menempatkan dirinya dalam posisi di mana ia menangani semua lalu lintas pesannya sendiri.
Hal ini menjadikan mereka untuk menawarkan akhir tidak sesuai dengan enkripsi, tetapi juga sekarang menjadi sasaran empuk bagi pemerintah yang ingin mengintip data pribadi dari warganya, dan RIM harus bekerja sama dengan negara yang bersangkutan.
Menurut catatan yang diperoleh oleh Wall Street Journal, negosiasi antara Research in Motion dan India pada tanggal 26 Juli menetapkan kerangka untuk akses tak terbatas ke semua layanan pesan, termasuk yang ditawarkan oleh pihak ketiga seperti Gmail. RIM mengeluarkan pernyataan pada hari Kamis dalam upaya untuk meyakinkan pelanggannya bahwa negosiasi dengan pemerintah asing dalam semangat mendukung persyaratan keamanan hukum dan nasional, sementara juga menjaga kebutuhan yang sah dari warga negara dan perusahaan.
Tidak jelas apakah RIM masih mau memindahkan server untuk fasilitas pemerintahan atas permintaan pemerintah di negara tersebut, tetapi tampaknya mereka bersedia melakukan apa pun untuk menghindari ditutupnya layanan RIM di India. Apapun tampaknya seolah-olah pemerintah India akan segera memiliki hak untuk menguping komunikasi yang dikirim melalui Blackberry.
sumber: jeruknipis.com
No comments:
Post a Comment