Wednesday, August 4, 2010

Sejarah Singkat Blackberry

Blackberry dikembangkan oleh sebuah perusahaan Kanada yang hingga saat inipun, tidak banyak orang yang mengetahui namanya. Sangat berbeda dengan Nokia dan Motorola ataupun Microsoft yang namanya dikenal luas, pembuat Blackberry adalah
perusahaan yang bernama Research in Motion.

Didirikan oleh seorang imigran Yunani di kota Waterloo, Kanada. Pendiri Research in
Motion, Mike Lazaridis dilahirkan di Turki, membangun sebuah pemutar rekaman dsi Lego pada umur 4 (empat) tahun, sebuah radio pada umur 5 (lima) tahun, dan berkuliah di Universitas Waterloo.

Dia memilih drop out setelah memenangkan kontrak senilai 560 ribu US Dollar. Para pesimis mengasumsikan bahwa pesaing besar akan menenggelamkan produk Blackberry dengan cara membanjiri pasar dengan produk yang serupa. Namun hingga saat ini, tidak ada satupun perusahaan seperti Nokia, Motorola atau bahkan Microsoft yang sanggup membuat pesaing Blackberry.

Keunggulan Blackbery adalah mempunyai penampilan yang sangat bersabahat dan bisa
selalu terhubung, jadi dimanapun anda, anda bisa selalu mengakses email (saat
ini Facebook, Blogging,dll). Sejak peluncurannya pada tahun 1999, Blackberry
telah meraup lebih dari 8 juta pelanggan di seluruh dunia.

Sejalan dengan peningkatan kemampuan layanan komunikasi seluler, Blackberry pun ikut terangkat. Dan dengan makin turunnya biaya komunikasi, pada akhirnya BlackBerry menjad sebuah fenomena.

Awalnya, BlackBerry ingin dinamakan Pocket Link, sebuah nama yang fungsional tapi membosankan, kemudian juga hampir dinamakan Strawberry, karena mirip dengan buah strawberry, tapi terkesan terlalu jinak. Sehingga dinamakan Blackberry, nama yang
akrab tapi cerdas. Blackberry pun menjadi gadget yang wajib dimilki oleh remaja-remaja yang ingin diakui eksistensinya.

Setelah progam acara Gossip Girl, secara fenomenal mempromosikan Blackberry. Program acara tentang kehidupan anak-anak muda upper class Manhattan, New York,USA itu melabeli Blackberry sebagai lambang
status kelas atas.

No comments:

Post a Comment