Charger ponsel bekas terakumulasi hingga 51.000 ton setiap tahunnya. Ini belum termasuk gas rumah kaca yang tercipta saat produksi listrik, yang mana listrik tersebut digunakan untuk mengisi ulang baterai ponsel lewat charger. Jangan tertipu dengan bentuknya yang unik, karena Nokia E-Cu bukanlah ponsel fashion. Ponsel ini mengedepankan konsep cara pengisian daya dengan menyerap energi panas lewat thermogenerator internal yang mengonversi energi panas menjadi energi listrik potensial.
Badan Nokia E-Cu dilapisi cooper atau tembaga yang diukir dengan alur penyerap panas dalam pola dry earth, sehingga dapat menghasilkan panas secara mandiri dalam kondisi lingkungan normal.
Saat semua orang menggunakan ponsel ini, atau mungkin ponsel lain dengan teknologi serupa, kit bisa mengatakan selamat tinggal kepada charger konvesional, limbah elektronik dan global warming.



No comments:
Post a Comment