Sunday, December 12, 2010

[review] XPERIA X8



Body

Kesan pertama waktu pegang: plastik dan ringan banget. Sepertinya wajar, mengingat komposisi bahan chasing X8 seluruhnya terbuat dari plastik. Apalagi back cover penutup baterai yang terasa seperti plastik murahan. Mungkin ini strategi SE untuk menekan harga jual X8.
Secara keseluruhan, desain X8 terlihat sangat minimalis. Hal ini terlihat pada bagian muka yang hanya terdapat layar sentuh berdiagonal 3 inci serta tiga buah tombol eksekusi berwarna silver yang terletak di bawahnya yang antara lain terdiri dari tombol menu, home serta tombol back. Ketiga tombol ini sendiri terasa empuk dan responsif. Sisi sebelah kanan ditempati tombol volume serta shuter kamera. Pada bagian atas kita bisa menjumpai tombol power yang sekaligus berfungsi sebagai tombol pengunci layar, lubang port microUSB yang sekaligus port charger daya, serta jack audio 3.5 mm. Bagian belakang X8 dihuni lensa kamera 3 mega piksel serta lubang loudspeaker. Sedangkan pada bagian sisi kiri serta bawah tidak terdapat tombol maupun lubang apapun juga alias bersih.









Yang menjadi kekurangan pada sisi desain dari X8 adalah ketebalannya yang menurut saya agak sedikit mengganggu terutama apabila ingin menyimpannya di saku celana. Apalagi celana jeans. Sedikit parno ketika menyimpannya di saku celana. Was-was karena takut layarnya tergencet.

Layar dan Interface




Seperti yang sudah disinggung di atas, layar X8 mempunyai diagonal 3 inci dengan resolusi 320x240 piksel (HVGA) dan berkedalaman 16 juta warna.
Tampilannya lumayan terang dan padat. Sayangnya, saat kita lihat dibawah terik matahari tampilan layar berubah menjadi agak gelap, tapi masih terlihat jelas meskipun itu agak sedikit mengganggu.
Layar sentuh X8 sudah berjenis capacitive, sehingga untuk mengopersikannya kita tidak lagi memerlukan stylus, kuku jari, sapu lidi, apalagi kunci motor. Cukup kita usap atau sapu dengan ujung jari saja. Responnya sendiri cukup baik dan halus, nyaris tanpa lag.

Pada kondisi default kita disuguhi empat buah homescreen bikinan SE yaitu, Digital Clock, Smart Search, Timescape™, serta User Support. Untuk personalisasi homescreen, kita hanya diperkenankan menambah satu buah widget saja.
Homescreen X8 telah mengikut sertakan empat buah shorcut yang masing-masing terletak di sudut layar ponsel. Shorcut ini bisa dengan mudah kita kustomasi dengan cara hanya dengan drag dan drop saja.

Fitur akselerometer telah tersedia dalam X8. Untuk respon autorotate-nya kadang ada jeda sekian detik untuk berpindah tampilan dari potrait ke landscape dan sebaliknya.

Untuk sarana pengetikan, X8 menyediakan keypad virtual dalam format QWERTY dan numerik. Performanya sendiri kadang masih ada dijumpai jeda sekian detik, terutama waktu kita ajak mengetik cepat. Ukuran QWERTY virtualnya cukup besar baik saat tertampil potrait maupun landscape. Meskipun demikian, saya sendiri sering mengalami kesalahan ketik atau meleset saat mengopersikannya. Saya kira mungkin ini hanya masalah kebiasaan saja.

Prosesor, Sistem Operasi, dan Memori


XPERIA X8 masih memakai Sistem Operasi Android 1.6 atau Donut. Masih banyak kekurangan yang kita jumpai pada sistem operasi ini yang salah di antaranya adalah masalah koneksi data dengan menggunakan Bluetooth bawaan ponsel. Untuk mengatasinya kita bisa menggunakan aplikasi Bluetooth dari pihak ketiga yang bias kita download di Android Market langsung dari handphone. Selain itu, sistem operasi ini masih belum memungkinkan kita untuk menginstal aplikasi atau game langsung ke memori eksternal. Hal ini menyulitkan bagi kita yang ingin memasang aplikasi atau game dalam yang jumlah banyak.
Kinerja prosesor Qualcomm MSM7227 yang diklaim mempunyai clock speed 600 MHz sejauh ini memuaskan. Terasa kencang saat kita menjalankan berbagai aplikasi dan game secara bersamaan. Namun demikian, beberapa hari yang lalu saya sempat mengalami hang saat mencoba GPS. Layar terkunci dan tidak ada respon sama sekali. Akhirnya saya lepas baterai dan berhasil kembali normal. Kurang tahu apanya yang bermasalah. Padahal masih belum banyak aplikasi yang terinstal.
Memori internal yang tertanam di dalamnya adalah sebesar 128 MB storage dan 168 MB RAM. Terasa kecil bagi kita yang ingin mengoleksi aplikasi atau game dalam jumlah yang banyak. Terlebih X8 masih belum support App2sd.

Messaging



SMS pada X8 tertampil secara threaded. QWERTY virtualnya sangat membantu dalam menulis perpesanan. Untuk sarana berkirim email, kita bisa memanfaatkan fitur Gmail yang ada didalamnya.

Multimedia dan Hiburan

Music Player


Tampilan music player pada X8 terbilang sangat sederhana. Hanya menampilkan nama artis, playlist, serta judul track. Tidak ada fasilitas pengaturan equalizer. Keluaran suara dari loudspeakernya terdengar kencang. Suara bas sangat mendominasi disini. Mungkin wajar mengingat X8 sudah dibenamkan fitur MegaBass oleh SE. Saat dicoba mendengarkan lewat headset bawaan, keluaran suaranya lebih merata antara bas maupun treblenya. Apabila kurang puas dengan kualitas headsetnya, kita bisa memakai headset milik kita sendiri dengan mencolokkannya ke port 3.5 yang ada di bagian atas body.
Pada bagian atas album art kita bisa menjumpai tombol Infinite yang berfungsi untuk mendapatkan informasi lebih lengkap seputar lagu yang sedang kita putar. Apabila kita tekan tombol ini, kita akan langsung dibawa kejendela baru untuk mencari video klip lagu tersebut di situs YouTube.

Video Player


YouTube



Fitur YouTube pada X8 berjalan sangat sempurna sekali. Saat mencoba memutar video, performanya sangat halus, tanpa ada patah-patah (buffering) sama sekali.

Android Market



Kita bisa berbelanja aplikasi maupun game untuk mengoptimalkan kemampuan handset kita

Radio

Radio X8 sudah mendukung fitur RDS. Untuk menikmatinya kita harus memasang headset terlebih dahulu yang sekaligus berfungsi sebagi antenna.

Timescape



Kita bisa memantau semua aktifitas mulai dari panggilan tak terjawab, pesan teks dan multimedia yang diterima, email yang diterima, foto dan video yang diambil, lagu yang diputar, maupun update dari kontak Twitter™ dan Facebook™.

Kamera

Kamera X8 sudah medukung fasilitas Geotaging. Sayangnya, pengaturan kamera sangat minim sekali. Tercatat hanya ada empat buah pengaturan sederhana; Auto, Beach/Snow, Twilight, dan Sport. Lampu flash pun juga masih belum tersedia. Sangat menyulitkan saat akan memfoto di malam hari atau objek yang minim cahaya. Untuk hasil jepretan di luar ruangannya sendiri bisa dibilang memuaskan.
Hasil foto dari kameranya bisa lansung kita kirim via Bluetooth, email, Picasa, atau situs jejaring social yang kita miliki.
Vasilitas rekam video juga telah disediakan. Hasilnya bagus, tidak patah-patah meskipun objek maupun kamera sama-sama bergerak.


Hasil Kamera X8 out-door


Hasil Kamera X8 in-door


Internet dan Konektivitas



Jaringan HSDPA sudah didukung oleh X8, tapi saya lebih suka untuk menonaktifkannya alias hanya memanfaatkan sinyal GPRS dan EDGE untuk menghemat baterai , mengingat sinyal 3G dan HSDPA operator Tri di daerah saya masih belum stabil. Meski demikian, ketika diajak berselancar internet maupun mencoba fitur atau aplikasi yang membutuhkan koneksi internet performanya tidak mengecewakan.
Untuk berselancar internet kita bisa memanfaatkan browser bawaan yang sudah mendukung fitur multi tab. Apabila masih kurang puas, kita bisa menambahkan browser yang lain dari Android Market.
X8 juga sudah mendukung fasilitas Wi-fi yang kemampuannya bisa dibilang bagus. Tidak ada masalah.

GPS



Untuk menggunakan GPS, kita bisa memanfaatkan peta dari Google Maps yang telah tersedia. Selain itu, kita juga bisa memanfaatkan Aplikasi Wisepilot yang juga telah tersedia. Kualitasnya GPSnya sendiri tidak ada masalah. Terhitung cepat saat terhubung ke satelit.


Fitur lain-lain

Fitur-fitur stand lain yang bisa kita nikmati di X8 antara lain; Alarm, Notes, Kalender, User Guide, Timer, Stopwatch, Backup and Restore, User Suport, Data Monitor, Sync, Track ID, serta widget VIVAnews.


Baterai

Kapasitas baterai untuk handphone berjenis smartphone yang hanya sebesar 1200 mAH sangat terasa sangat kurang. Terlebih apabila fasilitas data traffic kita dihidupkan, ditambah untuk Wi-fi, GPS, surfing internet, serta nonton video di Youtube sehari minimal sekali handphone harus kita charge. Sangat boros.

Kesimpulan
Kelebihan
* Harga terjangkau (murah)
* Desain minimalis
* Fitur lengkap


Kekurangan
* Desain sedikit tebal, menyulitkan saat dimasukkan ke kantong celana
* Layar full touchsreen, tidak cocok untuk penyuka gorengan
* Tidak ada pengaturan equalizer pada media playernya
* Masih memakai system operasi Android 1.6 atau Donut
* Kamera tidak ada lampu flash



--Selesai--

No comments:

Post a Comment