Friday, April 15, 2011

Tablet PC Android, IMO Tab X7, Siap Meluncur ke Pasaran

Selain merayakan hari jadinya yang keempat (05/04/2011), di kesempatan yang sama IMO juga meluncurkan Tablet PC pertamanya yang dilabel IMO Tab X7.

Beberapa spesifikasi unggulan yang bakal hadir di tablet berplatform Android 2.2 a.k.a Froyo ini di antaranya CPU ARM 11 600 mHz, Qualcomm MSM7227, layar sentuh kapasitif wide VGA (WVGA) berukuran 7 inchi dengan kerapatan piksel 800 x 400, multi-touch serta sederet fasilitas lain.


IMO Tab X7 ini bakal dilego dengan banderol Rp 3.900.000. Tak cukup sampai di situ, bagi konsumen yang telah membeli IMO Tab X7 akan diberikan paket penjualan menarik berupa (Handset IMO Tab X7, Kaos Exclusive Android, dan Boneka Android).


spesifikasi:

  • Jaringan: GSM/GPRS/EDGE 4 bands(850/900/1800/1900MHz), WCDMA 3g/HSPA 3 bands(900/1900/2100MHz);
  • Dimensi: 179.3(width) x 110(height) x 11.4(depth) millimetres; Bobot: 377 gram;
  • Layar: TFT capacitive multitouch, 256K colors, 800 x 400 pixels, 7 inci,;
  • Kamera Utama: 3. MP;
  • Kamera Sekunder: VGA;
  • Memori: DDR SDRAM 512 MB, microSD up to 32GB;
  • Konektivitas: Wi-Fi 802.11 b/g/n, Bluetooth v2.0 with EDR;
  • Sistem Operasi: Android OS, v2.2 (froyo);
  • Fitur lain: Ambient Light Sensor, G-Sensor ,Built in GPS module, calculator, Calendar, Google Talk Browser, make phone call, digital compass, Gmail, Alarm, Google Maps;
  • Baterai: Lithium Polymer 3240 mAh.


Mei, IMO Resmikan Pabrik di Bandung

Pemilik brand ponsel lokal IMO Mobile mengaku akan segera membuka pabrik yang berlokasi di Bandung.

"Sekitar Mei atau Juni tahun ini, kami akan membuka pabrik di Bandung. Pabrik ini kerja sama dengan PT INTI," ujar Sarwo Wargono, Presiden Direktur PT Konten Indomedia Pratama, pemilik ponsel merek lokal IMO, di Jakarta, Selasa (5/4/2011).

Menurut Sarwo, sejatinya IMO sendiri telah sejak lama bekerja sama dengan PT INTI. Selama ini IMO dan PT INTI telah mengembangkan produk ponsel unggulan yang berkarakter budaya bangsa Indonesia, berikut konten-konten lokal di dalam handset IMO.

Dikatakan Sarwo, 2011 merupakan tahun penentuan bagi ponsel lokal, mengingat pasar yang ada dirasa sudah mulai jenuh.

"Beberapa brand harus menunjukkan eksistensi. Dengan adanya pabrik di negara sendiri maka kami bisa lebih menunjukkan eksistensi kami ke masyarakat sehingga kami bisa meraih kepercayaan mereka. Nantinya pabrik ini akan dipersiapkan untuk memproduksi komponen-komponen ponsel berbau lokal," ujar Sarwo.

Produksi di pabrik ini nantinya juga akan menggandeng perusahaan pabrikan asal China, Premiere, yang selama ini menyuplai komponen handset IMO. Di negara asalnya, Premiere telah mampu memproduksi sekira 2 hingga 3 juta unit per hari. Namun tidak demikian di pabrik di Bandung nantinya, yang baru memiliki 6 hingga 8 line dengan kapasitas 10.000 unit per hari.

Dengan demikian, lanjut Sarwo, industri ponsel di Indonesia akan semakin terbentuk, tidak hanya sebagai penjual tapi juga produsen. "Dengan sendirinya maka kepercayaan pasar akan mulai tumbuh," ujar Sarwo.

Ponsel IMO sendiri hari ini (5/42011) telah memasuki tahunnya yang ke-4. Dari seluruh ponsel merek lokal, ponsel IMO telah mampu menunjukkan eksistensinya selama empat tahun dan menjadi bagian dari 5 pemain besar ponsel lokal di Indonesia.

Tidak hanya menghadirkan ponsel berkonten lokal, atau mengupayakan pabrik, PT Konten Indomedia Pratama juga telah memulai ekspansinya ke wilayah Timur Tengah dengan menggandeng Lalei Albarakah Est, anak usaha Baterjee Group.

Satu hal yang patut diketahui, setiap IMEI di ponsel IMO pun telah terdaftar di BABT (The British Approvals Board for Telecommunications) yang merupakan badan internasional untuk identifikasi IMEI di dunia. Hal ini membuat semua ponsel IMO yang ada telah terdaftar dan diakui secara legal. (srn)




sumber

No comments:

Post a Comment